Showing posts with label Kehidupan Tragis. Show all posts
Showing posts with label Kehidupan Tragis. Show all posts

Rantai Menyatu Dengan Tangan



Zhang Chuanqiu, seorang pria 27 tahun Cina, berharap untuk menyelamatkan tangan setelah ia dibelenggu begitu erat di sebuah penjara ilegal di Hunan yang dagingnya tumbuh selama rantai.
Chuanqiu dipenjara setelah jatuh di atas pinjaman dia gunakan untuk membangun rumahnya. Ia dirantai di sebuah kandang sapi pada tahun 2005.

Dia membutuhkan operasi yang akan biaya sekitar $ 1.600 untuk menghapus rantai dan untuk menghindari infeksi lebih lanjut.

rantai menyatu tangan


rantai menyatu tangan


rantai menyatu tangan

Rantai Menyatu Dengan Tangan



Zhang Chuanqiu, seorang pria 27 tahun Cina, berharap untuk menyelamatkan tangan setelah ia dibelenggu begitu erat di sebuah penjara ilegal di Hunan yang dagingnya tumbuh selama rantai.
Chuanqiu dipenjara setelah jatuh di atas pinjaman dia gunakan untuk membangun rumahnya. Ia dirantai di sebuah kandang sapi pada tahun 2005.

Dia membutuhkan operasi yang akan biaya sekitar $ 1.600 untuk menghapus rantai dan untuk menghindari infeksi lebih lanjut.

rantai menyatu tangan


rantai menyatu tangan


rantai menyatu tangan

Bocah Ini Diculik dan Dijadikan Bom Berjalan

Bocah Diculik dan Dijadikan Bom Berjalan


Sungguh sadis modus baru para teroris untuk menghancurkan sasarannya di Pakistan. Mereka menculik bocah perempuan usia sembilan tahun untuk dijadikan pelaku bom bunuh diri.
Beruntung, bocah malang ini berhasil melarikan diri.

Sohana Jawed, 9th, mengaku kepada tentara yang menyelamatkannya bahwa dia diculik oleh dua orang wanita pada Sabtu pekan lalu di dekat rumahnya di Peshawar.

Kepada Associated Press, Selasa, 21 Juni 2011, jawed mengatakan bahwa dia dibius menggunakan sapu tangan dan dibawa pergi ke suatu tempat. Jawe mengaku beberapa kali dibius agar tidak menangis.

Terbangun pada Senin, 20 Juni 2011, Jawed mengatakan berada di sebuah rumah. Barulah pada Selasa pagi, lelaki dan wanita tidak dikenal memakaikan rompi di tubuh Jawed.

"Pagi ini, lelaki dan wanita itu memaksa saya memakai rompi berat dan memasukkan saya ke dalam mobil," ujarnya.

Menurut kepala polisi distrik Lower Dir, Salim Marwat, rompi itu berisikan sembilan kilogram bahan peledak dan dirancang untuk diledakkan dari jarak jauh menggunakan remote control.

"Karena ini anak-anak yang mengenakannya, bom akan diledakkan dari jauh," ujar Marwat.

Penculik kemudian membawa Jawed ke sebuah pos pemeriksaan yang dijaga oleh pasukan paramiliter Pakistan, terletak sekitar 10 kilometer di luar Timergarah, kota utama distrik Lower Dir. Ketika pintu mobil dibuka, Jawed tanpa pikir panjang langsung kabur, berlari sekuat tenaga ke pos pemeriksaan dan langsung menunjukkan rompinya.

"Saya berhasil lepas dari genggaman wanita tersebut dan langsung lari," ujar Jawed yang kala itu berkerudung putih.

Jawed berhasil diselamatkan dan penculiknya langsung tancap gas. Tidak jelas mengapa para penculik tidak meledakkan saja bom itu. Marwat mengatakan mungkin penculik panik dan langsung kabur.

Saat ini, Jawed tengah dalam penanganan psikiater untuk mengatasi traumanya. Militansi bersenjata di Pakistan memang kerap memanfaatkan anak lelaki untuk melakukan serangan. Namun, penculikan dan penggunaan bocah perempuan tidak pernah dilakukan sebelumnya.




_VIVAnews.com

Bocah Ini Diculik dan Dijadikan Bom Berjalan

Bocah Diculik dan Dijadikan Bom Berjalan


Sungguh sadis modus baru para teroris untuk menghancurkan sasarannya di Pakistan. Mereka menculik bocah perempuan usia sembilan tahun untuk dijadikan pelaku bom bunuh diri.
Beruntung, bocah malang ini berhasil melarikan diri.

Sohana Jawed, 9th, mengaku kepada tentara yang menyelamatkannya bahwa dia diculik oleh dua orang wanita pada Sabtu pekan lalu di dekat rumahnya di Peshawar.

Kepada Associated Press, Selasa, 21 Juni 2011, jawed mengatakan bahwa dia dibius menggunakan sapu tangan dan dibawa pergi ke suatu tempat. Jawe mengaku beberapa kali dibius agar tidak menangis.

Terbangun pada Senin, 20 Juni 2011, Jawed mengatakan berada di sebuah rumah. Barulah pada Selasa pagi, lelaki dan wanita tidak dikenal memakaikan rompi di tubuh Jawed.

"Pagi ini, lelaki dan wanita itu memaksa saya memakai rompi berat dan memasukkan saya ke dalam mobil," ujarnya.

Menurut kepala polisi distrik Lower Dir, Salim Marwat, rompi itu berisikan sembilan kilogram bahan peledak dan dirancang untuk diledakkan dari jarak jauh menggunakan remote control.

"Karena ini anak-anak yang mengenakannya, bom akan diledakkan dari jauh," ujar Marwat.

Penculik kemudian membawa Jawed ke sebuah pos pemeriksaan yang dijaga oleh pasukan paramiliter Pakistan, terletak sekitar 10 kilometer di luar Timergarah, kota utama distrik Lower Dir. Ketika pintu mobil dibuka, Jawed tanpa pikir panjang langsung kabur, berlari sekuat tenaga ke pos pemeriksaan dan langsung menunjukkan rompinya.

"Saya berhasil lepas dari genggaman wanita tersebut dan langsung lari," ujar Jawed yang kala itu berkerudung putih.

Jawed berhasil diselamatkan dan penculiknya langsung tancap gas. Tidak jelas mengapa para penculik tidak meledakkan saja bom itu. Marwat mengatakan mungkin penculik panik dan langsung kabur.

Saat ini, Jawed tengah dalam penanganan psikiater untuk mengatasi traumanya. Militansi bersenjata di Pakistan memang kerap memanfaatkan anak lelaki untuk melakukan serangan. Namun, penculikan dan penggunaan bocah perempuan tidak pernah dilakukan sebelumnya.




_VIVAnews.com

28 Nama - Nama TKI Yang Akan Dihukum Pancung

nama nama tki yang di hukum pancung
Hukum Pancung


D'lovelizzers - Tragedi Ruyati binti Satubi yang dipancung di Arab Saudi menjadi pukulan telak buat pemerintah Indonesia.
Selain Ruyati, masih ada 27 TKI lain yang nasibnya sama menyedihkan.
Berdasarkan data dari lembaga swadaya masyarakat yang peduli dengan kasus ketenagakerjaan di luar negeri, Migrant Care, mereka tengah menunggu vonis mati..

Karena itu, Migrant Care mendesak agar pemerintah menghentikan polemik dan saling lempar tanggung jawab dalam kasus Ruyati. Karena tidak menyelesaikan masalah..

"Yang harus dilakukan mengevaluasi bantuan hukum kasus-kasus berat seperti Ruyati. Apakah ditingkat pengacaranya atau KBRI yang kurang memantau," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, saat ditemui VIVAnews.com di kantornya, Jakarta Timur, Selasa 21 Juni 2011...

Menurut Anis, harusnya KBRI dapat memfasilitasi komunikasi antara keluarga dan pekerja. "Karena selama ini mereka yang menjalani hukuman mati selalu sulit berkomunikasi dengan pihak keluarga," jelas Anis...

Sementara, menurut Kepala Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Jumhur Hidayat, saat ini semua nama itu sedang dalam proses ditangani pemerintah.

"Termasuk kasus Zaenab, karena ahli warisnya belum akil balikh. Kami akan terus melobi keluarga untuk meminta permaafan. Cara itu yang paling krusial," kata Jumhur saat ditemui VIVAnews.com di kantornya, Selasa 21 Juni 2011..

Berikut 28 nama TKI yang terancam dan sudah divonis mati (Termasuk Ruyati dan Yanti Irianti):

1. Sulaimah
, asal Madura, negara tujuan Arab Saudi.

2. Dwi Mardiyah (38), asal Desa Karang Semanding Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jawa Timur, diberangkan oleh PT Baham Putra Abadi, negara tujuan Arab Saudi.
Keluarga mengetahui penahanan Dwi lewat surat yang dikirim tanggal 19 Februari 2007, tetapi keluarga mengaku tidak dijelaskan kesalahannya.

3. Nurfadilah, asal Bondowoso, negara tujuan Arab Saudi.
Nurfadilah dituduh membunuh majikannya

4. Aminah binti H Budi, asal Tapin Rantau Banjarmasin Kalimantan selatan, negara tujuan Arab Saudi
Aminah dituduh membunuh majikannya dengan alasan majikan sering melakukan penyiksaan yang berlebihan.

5. Darmawati binti Tarjani, asal Tapin Rantau Banjarmasin Kalimantan selatan, negara tujuan Arab Saudi
Dituduh membunuh majikannya dengan alasan majikan tersebut melakukan penyiksaan yang berlebihan.

6. Suwarni, asal Jawa Timur, negara tujuan Arab Saudi.
Didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung, masih dalam proses persidangan, ditahan di penjara wanita.

7. Siti Zaenab binti Duhri Rupa, asal Bangkalan, Madura Jawa Timur, negara tujuan Arab Saudi.
Didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung dan telah divonis tetap. Tahun 1999 akan dieksekusi mati, namun Gus Dur melakukan diplomasi dengan Raja Fahd, dan membuahkan hasil eksekusi ditunda hingga sekarang. Siti Zaenab harus menunggu maaf dari anak majikan yang kala itu belum akil baligh.

8. Hafidz Bin kholil Sulam, asal Tulungagung Jawa Timur, negara tujuan Arab Saudi.
Didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung. Saat ini Hafidh ditahan di penjara Mekah dan menunggu maaf dari keluarga majikan untuk bebas dari hukuman pancung.

9. Eti Thoyib Anwar, asal Majalengka, Jawa Barat, negara tujuan Arab Saudi.
Didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung, ditahan dipenjara wanita Thaif.

10. Nur Makin Sobri, negara tujuan Arab Saudi.
Nur didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung.

11. Yanti Irianti binti Jono Sukardi, asal Karang Tengah Cianjur Jawa Barat, diberangkatkan oleh PT Avida Avia Duta, negara tujuan Arab Saudi.
Dieksekusi mati karena dituduh membunuh majikan pada 12 Januari 2008.

12. Karsih binti Ocim, asal Dusun Pangaritan RT 10 RW 05 Desa Pagadungan, Tempuran, Karawang, diberangkatkan PT Hosana Adi Kreasi, negara tujuan Arab Saudi.
Terkena ancaman hukuman pancung karena dituduh meracuni anak Ali Muhammad Idris Al Asyiri (majikan Karsih). Karena saat memakan mie yang dibuat Karsih, anak majikannya langsung meninggal.

13. Nursiyati (38), asal Dusun Pekem, Desa Wringintelu, Puger Jember Jawa Timur, diberangkatkan oleh PT Andromeda Graha Malang, negara tujuan Arab Saudi.
Dia divonis hukuman dua tahun dan sekarang ini sudah berjalan setahun. Nursiyati hanya menyatakan, bahwa dia sering diganggu oleh keponakan majikannya. Bahkan dia juga pernah diperkosa keponakan majikan hingga hamil. Bahkan dalam suratnya Nursiyati mengaku sedang menunggu proses hukuman rajam.

14. Sun, asal Desa Patimban, Pusakanagara, Subang Jawa Barat, negara tujuan Arab Saudi.
Korban dilaporkan ditahan dan terancam akan mendapat hukuman pancung lantaran dituding membunuh keluarga majikannya. Menurut cerita, Sun berbuat nekat karena menghindari upaya pemerkosaan.

15. Ruyati binti Satubi, asal Kampung Ceger RT. 03/01 Kecamatan Sukatani Bekasi, Jawa Barat, diberangkatkan oleh PT Dasa Graha Utama, negara tujuan Arab Saudi.
Ancaman hukuman mati, karena tuduhan pembunuhan terhadap ibu dari majikan yang berusia 64 tahun, tanggal 12 Januari 2011. Sudah dieksekusi mati pada 18 Juni 2011 dan hingga kini jenazahnya belum dipulangkan.

16. Darsem binti Dawud Tawar, Subang Jawa Barat, negara tujuan Arab Saudi.
Dituduh membunuh majikan dan mendapat pemaafan dari ahli waris korban sehingga lolos dari hukuman pancung namun harus membayar diyat Rp 4,72 Milyar. Batas waktu yang di berikan 7 Juli 2011.

17. Emi binti Katma Mumu (29), Desa/Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, negara tujuan Arab Saudi.
Korban terancam hukuman mati di Arab Saudi karena tuduhan membunuh bayinya sendiri.

18. Nesi binti Dama Idod (31), asal Kampung Pasir Ceri, Desa Cibenda, Kecamatan Palabuhanratu Sukabumi Jawa Barat, negara tujuan Arab Saudi.
Kasus Nesi hingga kini belum jelas karena tuduhan membunuh tidak berdasar dan tidak ada saksi yang kuat.

19. Rosita Siti Saadah binti Muhtadin, Kampung Cikelak, Desa Cinta Langgeng, Karawang, Jawa Barat, negara tujuan Abu Dhabi.
Dia dituduh telah membunuh TKI lain yang satu majikan. Rosita sudah mendekam dipenjara 1,5 tahun.

20. Sulaimah, asal Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, negara tujuan Arab Saudi.
Dia bekerja sejak 2004 dan dituduh membunuh majikannya. Dia terancam hukuman pancung di Arab Saudi dan sudah mengikuti 24 kali Mahkamah.

21. Saiful Mubarok, asal Cianjur Jawa Barat, negara tujuan Arab Saudi
.
Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati.

22. Muhammad Zaini, asal Madura, Jawa Timur, negara tujuan Arab Saudi.
Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati.

23. Saman Muhammad Niyan, asal Kalimantan Selatan, negara tujuan Arab Saudi.
Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati.

24. Abdul Aziz Supiyani, asal Kalimantan Selatan, negara tujuan Arab Saudi.
Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati.

25. Muhammad Mursyidi, asal Kalimantan Selatan, negara tujuan Arab Saudi.
Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati.

26. Ahmad Zizi Hatati, asal Kalimantan Selatan, negara tujuan Arab Saudi.
Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati.

27. Jamilah Bt Abidin Rifi'i (Juariyah binti Idin), asal Cianjur Jawa Barat, negara tujuan Arab Saudi.
Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati.

28. Ahmad Fauzi Bin Abu Hasan, negara tujuan Arab Saudi.
Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati.


Itulah para pejuang - pejuang DEVISA NEGARA yang harus menerima hukuman pancung yang memperjuangkan nasibnya....
Semoga pemerintah dapat bekerja keras membantu dan menyelamatkan nyawa mereka.
..






Sumber: VIVAnews.com

28 Nama - Nama TKI Yang Akan Dihukum Pancung

nama nama tki yang di hukum pancung
Hukum Pancung


D'lovelizzers - Tragedi Ruyati binti Satubi yang dipancung di Arab Saudi menjadi pukulan telak buat pemerintah Indonesia.
Selain Ruyati, masih ada 27 TKI lain yang nasibnya sama menyedihkan.
Berdasarkan data dari lembaga swadaya masyarakat yang peduli dengan kasus ketenagakerjaan di luar negeri, Migrant Care, mereka tengah menunggu vonis mati..

Karena itu, Migrant Care mendesak agar pemerintah menghentikan polemik dan saling lempar tanggung jawab dalam kasus Ruyati. Karena tidak menyelesaikan masalah..

"Yang harus dilakukan mengevaluasi bantuan hukum kasus-kasus berat seperti Ruyati. Apakah ditingkat pengacaranya atau KBRI yang kurang memantau," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, saat ditemui VIVAnews.com di kantornya, Jakarta Timur, Selasa 21 Juni 2011...

Menurut Anis, harusnya KBRI dapat memfasilitasi komunikasi antara keluarga dan pekerja. "Karena selama ini mereka yang menjalani hukuman mati selalu sulit berkomunikasi dengan pihak keluarga," jelas Anis...

Sementara, menurut Kepala Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Jumhur Hidayat, saat ini semua nama itu sedang dalam proses ditangani pemerintah.

"Termasuk kasus Zaenab, karena ahli warisnya belum akil balikh. Kami akan terus melobi keluarga untuk meminta permaafan. Cara itu yang paling krusial," kata Jumhur saat ditemui VIVAnews.com di kantornya, Selasa 21 Juni 2011..

Berikut 28 nama TKI yang terancam dan sudah divonis mati (Termasuk Ruyati dan Yanti Irianti):

1. Sulaimah
, asal Madura, negara tujuan Arab Saudi.

2. Dwi Mardiyah (38), asal Desa Karang Semanding Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jawa Timur, diberangkan oleh PT Baham Putra Abadi, negara tujuan Arab Saudi.
Keluarga mengetahui penahanan Dwi lewat surat yang dikirim tanggal 19 Februari 2007, tetapi keluarga mengaku tidak dijelaskan kesalahannya.

3. Nurfadilah, asal Bondowoso, negara tujuan Arab Saudi.
Nurfadilah dituduh membunuh majikannya

4. Aminah binti H Budi, asal Tapin Rantau Banjarmasin Kalimantan selatan, negara tujuan Arab Saudi
Aminah dituduh membunuh majikannya dengan alasan majikan sering melakukan penyiksaan yang berlebihan.

5. Darmawati binti Tarjani, asal Tapin Rantau Banjarmasin Kalimantan selatan, negara tujuan Arab Saudi
Dituduh membunuh majikannya dengan alasan majikan tersebut melakukan penyiksaan yang berlebihan.

6. Suwarni, asal Jawa Timur, negara tujuan Arab Saudi.
Didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung, masih dalam proses persidangan, ditahan di penjara wanita.

7. Siti Zaenab binti Duhri Rupa, asal Bangkalan, Madura Jawa Timur, negara tujuan Arab Saudi.
Didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung dan telah divonis tetap. Tahun 1999 akan dieksekusi mati, namun Gus Dur melakukan diplomasi dengan Raja Fahd, dan membuahkan hasil eksekusi ditunda hingga sekarang. Siti Zaenab harus menunggu maaf dari anak majikan yang kala itu belum akil baligh.

8. Hafidz Bin kholil Sulam, asal Tulungagung Jawa Timur, negara tujuan Arab Saudi.
Didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung. Saat ini Hafidh ditahan di penjara Mekah dan menunggu maaf dari keluarga majikan untuk bebas dari hukuman pancung.

9. Eti Thoyib Anwar, asal Majalengka, Jawa Barat, negara tujuan Arab Saudi.
Didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung, ditahan dipenjara wanita Thaif.

10. Nur Makin Sobri, negara tujuan Arab Saudi.
Nur didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung.

11. Yanti Irianti binti Jono Sukardi, asal Karang Tengah Cianjur Jawa Barat, diberangkatkan oleh PT Avida Avia Duta, negara tujuan Arab Saudi.
Dieksekusi mati karena dituduh membunuh majikan pada 12 Januari 2008.

12. Karsih binti Ocim, asal Dusun Pangaritan RT 10 RW 05 Desa Pagadungan, Tempuran, Karawang, diberangkatkan PT Hosana Adi Kreasi, negara tujuan Arab Saudi.
Terkena ancaman hukuman pancung karena dituduh meracuni anak Ali Muhammad Idris Al Asyiri (majikan Karsih). Karena saat memakan mie yang dibuat Karsih, anak majikannya langsung meninggal.

13. Nursiyati (38), asal Dusun Pekem, Desa Wringintelu, Puger Jember Jawa Timur, diberangkatkan oleh PT Andromeda Graha Malang, negara tujuan Arab Saudi.
Dia divonis hukuman dua tahun dan sekarang ini sudah berjalan setahun. Nursiyati hanya menyatakan, bahwa dia sering diganggu oleh keponakan majikannya. Bahkan dia juga pernah diperkosa keponakan majikan hingga hamil. Bahkan dalam suratnya Nursiyati mengaku sedang menunggu proses hukuman rajam.

14. Sun, asal Desa Patimban, Pusakanagara, Subang Jawa Barat, negara tujuan Arab Saudi.
Korban dilaporkan ditahan dan terancam akan mendapat hukuman pancung lantaran dituding membunuh keluarga majikannya. Menurut cerita, Sun berbuat nekat karena menghindari upaya pemerkosaan.

15. Ruyati binti Satubi, asal Kampung Ceger RT. 03/01 Kecamatan Sukatani Bekasi, Jawa Barat, diberangkatkan oleh PT Dasa Graha Utama, negara tujuan Arab Saudi.
Ancaman hukuman mati, karena tuduhan pembunuhan terhadap ibu dari majikan yang berusia 64 tahun, tanggal 12 Januari 2011. Sudah dieksekusi mati pada 18 Juni 2011 dan hingga kini jenazahnya belum dipulangkan.

16. Darsem binti Dawud Tawar, Subang Jawa Barat, negara tujuan Arab Saudi.
Dituduh membunuh majikan dan mendapat pemaafan dari ahli waris korban sehingga lolos dari hukuman pancung namun harus membayar diyat Rp 4,72 Milyar. Batas waktu yang di berikan 7 Juli 2011.

17. Emi binti Katma Mumu (29), Desa/Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, negara tujuan Arab Saudi.
Korban terancam hukuman mati di Arab Saudi karena tuduhan membunuh bayinya sendiri.

18. Nesi binti Dama Idod (31), asal Kampung Pasir Ceri, Desa Cibenda, Kecamatan Palabuhanratu Sukabumi Jawa Barat, negara tujuan Arab Saudi.
Kasus Nesi hingga kini belum jelas karena tuduhan membunuh tidak berdasar dan tidak ada saksi yang kuat.

19. Rosita Siti Saadah binti Muhtadin, Kampung Cikelak, Desa Cinta Langgeng, Karawang, Jawa Barat, negara tujuan Abu Dhabi.
Dia dituduh telah membunuh TKI lain yang satu majikan. Rosita sudah mendekam dipenjara 1,5 tahun.

20. Sulaimah, asal Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, negara tujuan Arab Saudi.
Dia bekerja sejak 2004 dan dituduh membunuh majikannya. Dia terancam hukuman pancung di Arab Saudi dan sudah mengikuti 24 kali Mahkamah.

21. Saiful Mubarok, asal Cianjur Jawa Barat, negara tujuan Arab Saudi
.
Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati.

22. Muhammad Zaini, asal Madura, Jawa Timur, negara tujuan Arab Saudi.
Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati.

23. Saman Muhammad Niyan, asal Kalimantan Selatan, negara tujuan Arab Saudi.
Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati.

24. Abdul Aziz Supiyani, asal Kalimantan Selatan, negara tujuan Arab Saudi.
Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati.

25. Muhammad Mursyidi, asal Kalimantan Selatan, negara tujuan Arab Saudi.
Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati.

26. Ahmad Zizi Hatati, asal Kalimantan Selatan, negara tujuan Arab Saudi.
Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati.

27. Jamilah Bt Abidin Rifi'i (Juariyah binti Idin), asal Cianjur Jawa Barat, negara tujuan Arab Saudi.
Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati.

28. Ahmad Fauzi Bin Abu Hasan, negara tujuan Arab Saudi.
Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati.


Itulah para pejuang - pejuang DEVISA NEGARA yang harus menerima hukuman pancung yang memperjuangkan nasibnya....
Semoga pemerintah dapat bekerja keras membantu dan menyelamatkan nyawa mereka.
..






Sumber: VIVAnews.com